Berbagi semua hal untuk semua orang

Sudahkah Kita Merdeka?

Tidak ada komentar
Merdeka...!
Merdeka...!
Merdeka...!
Logo HUT RI ke 71
Selamat pagiiii sahabat...
Teriakan semangat pekik kemerdekaan lazim dibawakan saat memperingati malam Kemerdekaan, hampir di semua daerah dan kota di negeri ini semangat ikut memperingatinya.
Sudah 71 tahun negeri tercinta ini memproklamirkan sebagai negeri yang merdeka, lepas dari belenggu penjajahan Belanda selama 350 tahun dan Jepang selama 3,5 tahun. Kalau dilihat dari umur, 71 tahun bukanlah waktu yang pendek untuk seorang manusia, artinya sudah tua renta yang tidak berdaya. Tetapi dilihat dari umur bangsa, masih bisa dikatakan sebagai "remaja".
Proklamasi 17 Agustus 1945
Pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945

Apakah negeri ini sudah mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya?
Apakah Anda... Saya... Kita semua sudah merdeka?

Saya rasa masih sangat jauh, meski secara de facto negeri ini sudah merdeka, tetapi secara de jure "masih terjajah" secara ekonomi. Negeri ini masih menjadi "pangsa pasar terbesar" dari negara lain, dalam hal produk teknologi, termasuk infiltrasi ideologi, dunia pendidikan, bahkan sampai pada pemasaran barang haram "Narkoba".

Apa yang salah dengan negeri ini?
Dari ujung barat sampai ujung timur alamnya begitu indah, begitu subur, begitu kaya dengan berbagai hasil alam, begitu berwarna dengan berbagai budaya kearifan lokal, terpisah dengan lautan yang menyimpan potensi harta karun alam. Begitu banyak dan luar biasa karunia Tuhan YME untuk negeri ini. Alhamdulillah...
Tetapi .. MasyaAllah... masih banyak yang bisa kita saksikan saudara-saudara kita yang terpuruk, dibawah garis kemiskinan..!
Wajah kemiskinan Indonesia
Wajah kemiskinan Indonesia
Selama kita tidak menganggap ini menjadi suatu pertanyaan, maka sudah tentu kita takkan pernah menemukan jawaban...

Secara global, negeri ini tidak memiliki ciri khas industri yang benar-benar diperjuangkan dan dikerjakan secara serius untuk dapat nama didunia, seolah-olah memiliki banyak potensi alam dan SDM tetapi terpecah belah.
Kita lihat : negeri Cina yang terkenal dengan produk murahnya, Korea dengan produk industri mobil dan elektronik bahkan industri musik serta filmnya, Jepang dengan industri otomotif yang mendunia dan masih banyak yang lain.
Potensi alam negeri ini, banyak dikeruk oleh perusahaan besar dari luar negeri, dengan meninggalkan kerusakan alam tanah pertiwi yang sangat tidak sebanding, dengan kemakmuran yang dinikmati sebagian kecil orang saja. Yup... begitulah, saya dapat bocoran dari teman yang kerja di Perusahaan pertambangan, bahwa sebenarnya yang kita ekspor adalah "lumpur tambang", dikatakan kita belum mampu untuk mengolahnya.
Kita melihat perjuangan mantan presiden kita, Bp. BJ. Habibie dengan rasa nasionalisme yang tinggi untuk mendirikan, membangun dan memproduksi pesawat IPTN Nurtanio yang akhirnya kandas ditengah jalan...
Kita banyak mendengar, potensi SDM banyak yang berceceran diluar negeri, menempati posisi strategis dan diperhitungkan kapabilitasnya lebih memilih di "sana" dari pada membangun negeri ini.
Sepertinya arah pembangunan kita belum mengarah dan fokus di satu titik industri yang kuat yang bisa membawa harum nama negeri.

Tidak salah jika kita merenung, tentang beberapa aspek yang mungkin bisa membangkitkan negeri ini dari stagnasi :
Fokus pada usaha kelautan
Negeri kita ini dikenal sebagai negeri bahari, karena 2/3 wilayah negeri kita adalah lautan. Bahkan sejak jaman kerajaan Majapahit, terkenal dengan armada maritimnya dalam rangka menyatukan Nusantara. Laut luas nan indah menyimpan kekayaan bawah laut berupa terumbu karang dan biota laut seperti di taman laut Banda yang terkenal dengan taman laut terindah didunia dengan 310 jenis karang pembentuk terumbu, pemandangan gugusan pulau kecil nan indah seperti di Raja Ampat Papua, atau potensi minyak lepas pantai kepulauan Natuna jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran masyarakat Indonesia semestinya bisa dan cukup.

Taman laut Banda
Taman Laut Banda
Anjungan lepas pantai Natuna
Anjungan lepas pantai Natuna
Raja ampat Papua
Raja ampat Papua
Apa yang harus dilakukan :
Mengembangkan dan memperkuat industri perkapalan
Memperkuat pengeboran/penambangan lepas pantai dengan meminimalkan efek samping kelestarian lingkungan
Memperkuat daya jual potensi wisata bawah laut
Memperkuat saha penangkapan ikan yang berwawasan lingkungan, dan industri pengolahan ikan
Pengawasan teritorial untuk kegiatan ilegal lebih diperkuat (impor ilegal, narkoba, imigran gelap)

Pemimpin yang visioner dan amanah
Diperlukan figur pemimpin yang memiliki visi kuat tentang arah pembangunan dan amanah pada semua lini pimpinan dan lintas bidang/departemen, "meletakkan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi dan golongan" yang tidak hanya menjadi slogan atau sumpah saja. Termasuk didalamnya adalah undang-undang, peraturan-peraturan, regulasi tentang usaha berkaitan dengan potensi kelautan Indonesia.
Bagaimanapun dalam rangka menjaga "amanah", usaha untuk memerangi KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) masih terus dijalankan. Jangan sampai terjadi "pemandulan" ataupun "pendistorsian" dari aparatur penegaknya. Karena perang melawan KKN adalah perang abadi.
Menanamkan nasionalisme yang tinggi
Saya teringat dengan salah seorang mitra bos saya dulu, orang Korea yang punya trading company di Jakarta, sebut saja Mr. Liem. Beliau bercerita kalau di Korea, ada orang awam melintas saat ada upacara dan bendera sedang dikibarkan, meskipun bukan peserta upacara, mereka akan berhenti dan memberi penghormatan. Dan dimanapun mereka berada, diujung negara manapun mereka tinggal, mereka selalu membeli produk buatan Korea. Anda bisa merasakan kekuatan nasionalisme mereka? Bagaimana dengan kita? anak-anak kita? Lambang negara saja bisa menjadi bahan ejekan dan olok-olokan, ..!
Disinilah pentingnya menanamkan "semangat dan rasa nasionalisme" yang benar-benar akan bisa menjaga persatuan dan kesatuan dari aneka agama dan kepercayaan, aneka etnis dan kebudayaan.
Sehingga akan terwujud masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan, yang sementara ini masih berkeadilan untuk kalangan bawah dan berkemakmuran untuk kalangan atas.
Bisakah kita?

Entahlah ? Karena penjajahan masih berlangsung tanpa kita sadari..
Gak percaya ? Silahkan Anda baca posting analisa blog sahabat SejarahYang Berulang (Dari VOC ke IMF)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *