Memetik Hikmah Kemerdekaan
Selamat pagi sahabat...
Selamat merayakan hari kemerdekaan RI yang ke 71 tahun, semoga kebaikan menyertai kita semua .. aamiin.
Berkaitan dengan posting sebelumnya,Sudahkah Kita Merdeka?... maka bisa kita petik secara pribadi hikmahnya, untuk membentengi mental kita dan sarana mengaca diri kita.
Saya lebih senang dengan menyebut Kemerdekaan Hati, terinspirasi dari kisah perjalanan hidup Rasullullah SAW.
Dikisahkan suatu hari sebagaimana biasa Rasulullah SAW bercengkerama dengan para sahabat di masjid. Tiba-tiba Rasullah SAW berkata kepada para sahabat : "Sebentar lagi kalian akan melihat seorang ahli Surga", para sahabat saling berpandangan heran, kira-kira siapa yang dimaksud. Tak lama kemudian masuklah seseorang yang tidak mereka kenal kedalam masjid, seorang biasa saja, dan melaksanakan Sholat. Esoknya... lagi-lagi saat bercengkerama dengan para sahabat, Rasulullah berkata lagi :"Sebentar lagi kalian akan melihat seorang ahli Surga", lagi-lagi para sahabat heran saling berpandangan. Taklama kemudian masuk seseorang yang ternyata sama dengan orang yang kemarin. Bukan sahabat terkenal.. hanya orang biasa saja. Pernyataan Rasulullah SAW terulang lagi esok harinya, sehingga para sahabat terheran-heran. Apa yang menyebabkan orang biasa tersebut disebut ahli Surga oleh Rasullullah SAW selama tiga kali dalam tiga hari berturut-turut, apa kelebihan dan keutamaannya.
Rasa penasaran yang kuat dari para sahabat, terutama Abdullah bin Amr bin Aus RA, mendorongnya mengikuti orang yang disebut Rasullullah SAW tersebut sebagai ahli Surga sampai ke rumahnya. Abdullah bin Amr bin Aus RA menyapa orang tersebut dan memohon ijin menginap dirumahnya, dengan alasan ada masalah dengan orang tuanya sehingga meninggalkan rumah selama tiga hari.
"Ahli Surga" tersebut mengijinkan Abdullah bin Amr bin Aus RA untuk menginap dirumahnya yang sederhana, dan menjamunya sebagaimana layaknya tamu. Abdullah bin Amr bin Aus RA memperhatikan rumah yang sederhana dan sangat biasa, dan berpikir pasti bukan amal harta benda yang menyebabkan tuan rumah itu disebut ahli Surga.Abdullah bin Amr bin Aus RA terus mengamati, memperhatikan dan menganalisa kebiasaannya sehari-hari, sholatnya juga biasa-biasa saja alias standar tidak menemukan sesuatu yang istimewa dalam diri orang itu, bahkan terlihat tidak melakukan sholat malam / sholat lail yang pahalanya besar. Hanya terbiasa saat bangun tidur sebelum shubuh, orang tersebut berdzikir.
Setelah tiga hari berlalu, makaAbdullah bin Amr bin Aus RA menyerah dengan berterus terang kepada orang tersebut dan memohon maaf sebenarnya dia sedang tidak bermasalah dengan orang tuanya. Rasa penasaran yang kuat untuk mencari tahu amalan yang menyebabkan dia disebut sebagai ahli Surga itulah yang mendorongnya untuk mencari tahu secara langsung.
Sang ahli Surga itu akhirnya berkata :"Saya ridlo atas segala ketentuan Allah SWT atasku dan atas saudara-saudaraku (tetangga). Dan saya tidak sedikitpun memiliki rasa iri hati / hasad pada mereka. Saya bersyukur atas karunia Allah SWT dan saya cukup berusaha terbaik dengan karunia itu".
Itulah sahabat, secuil kisah yang menurut saya dapat membentengi ketidakpuasan kita terhadap "ketidakseimbangan" negeri kita saat ini...
Saya lebih senang dengan menyebut Kemerdekaan Hati, terinspirasi dari kisah perjalanan hidup Rasullullah SAW.
Dikisahkan suatu hari sebagaimana biasa Rasulullah SAW bercengkerama dengan para sahabat di masjid. Tiba-tiba Rasullah SAW berkata kepada para sahabat : "Sebentar lagi kalian akan melihat seorang ahli Surga", para sahabat saling berpandangan heran, kira-kira siapa yang dimaksud. Tak lama kemudian masuklah seseorang yang tidak mereka kenal kedalam masjid, seorang biasa saja, dan melaksanakan Sholat. Esoknya... lagi-lagi saat bercengkerama dengan para sahabat, Rasulullah berkata lagi :"Sebentar lagi kalian akan melihat seorang ahli Surga", lagi-lagi para sahabat heran saling berpandangan. Taklama kemudian masuk seseorang yang ternyata sama dengan orang yang kemarin. Bukan sahabat terkenal.. hanya orang biasa saja. Pernyataan Rasulullah SAW terulang lagi esok harinya, sehingga para sahabat terheran-heran. Apa yang menyebabkan orang biasa tersebut disebut ahli Surga oleh Rasullullah SAW selama tiga kali dalam tiga hari berturut-turut, apa kelebihan dan keutamaannya.
Rasa penasaran yang kuat dari para sahabat, terutama Abdullah bin Amr bin Aus RA, mendorongnya mengikuti orang yang disebut Rasullullah SAW tersebut sebagai ahli Surga sampai ke rumahnya. Abdullah bin Amr bin Aus RA menyapa orang tersebut dan memohon ijin menginap dirumahnya, dengan alasan ada masalah dengan orang tuanya sehingga meninggalkan rumah selama tiga hari.
"Ahli Surga" tersebut mengijinkan Abdullah bin Amr bin Aus RA untuk menginap dirumahnya yang sederhana, dan menjamunya sebagaimana layaknya tamu. Abdullah bin Amr bin Aus RA memperhatikan rumah yang sederhana dan sangat biasa, dan berpikir pasti bukan amal harta benda yang menyebabkan tuan rumah itu disebut ahli Surga.Abdullah bin Amr bin Aus RA terus mengamati, memperhatikan dan menganalisa kebiasaannya sehari-hari, sholatnya juga biasa-biasa saja alias standar tidak menemukan sesuatu yang istimewa dalam diri orang itu, bahkan terlihat tidak melakukan sholat malam / sholat lail yang pahalanya besar. Hanya terbiasa saat bangun tidur sebelum shubuh, orang tersebut berdzikir.
Setelah tiga hari berlalu, makaAbdullah bin Amr bin Aus RA menyerah dengan berterus terang kepada orang tersebut dan memohon maaf sebenarnya dia sedang tidak bermasalah dengan orang tuanya. Rasa penasaran yang kuat untuk mencari tahu amalan yang menyebabkan dia disebut sebagai ahli Surga itulah yang mendorongnya untuk mencari tahu secara langsung.
Sang ahli Surga itu akhirnya berkata :"Saya ridlo atas segala ketentuan Allah SWT atasku dan atas saudara-saudaraku (tetangga). Dan saya tidak sedikitpun memiliki rasa iri hati / hasad pada mereka. Saya bersyukur atas karunia Allah SWT dan saya cukup berusaha terbaik dengan karunia itu".
Itulah sahabat, secuil kisah yang menurut saya dapat membentengi ketidakpuasan kita terhadap "ketidakseimbangan" negeri kita saat ini...
Semoga bermanfaat
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar